JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)), Melani Leimena Suharli meminta Komisi I DPR segera menyikapi sejumlah tayangan televisi (TV). Menurut Melani, tayangan televisi saat ini sudah memberi dampak negatif terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
Utamanya tayangan sinetron, menurut Melani bisa disikapi dari sisi jam tayang dan materi yang disampaikan dalam sinetron-sinetron yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai dan budaya Indonesia sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila.
"Saya minta Komisi I DPR yang membidangi pertelevisian segera menyikapi sejumlah tayangan televisi yang telah memberi dampak negatif terhadap pendidikan Indonesia," kata Melani Leimena, dalam Dialog Pilar Negara bertema "Menangkal Radikalisme di kalangan Generasi Muda dengan Pemantapan 4 Pilar", di gedung Nusantara IV, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (1/10).
Menurut politisi Partai Demokrat itu, berbagai tindakan kekerasan pelajar yang kian hari kian marak bahkan sudah mencemaskan, merupakan salah satu dari sekian banyak efek negatif dari tayangan televisi yang tidak cocok dengan Indonesia.
Demikian juga halnya prilaku anak-anak terhadap sesama teman dan lingkungan keluarganya. Setelah mereka menyaksikan sebuah sinetron, saat itu juga terjadi perubahan prilaku yang sangat merugikan dirinya dan lingkungannya.
Demikian juga halnya dengan sejumlah tayangan iklan di televisi yang terang-terangan tidak masuk akal sehat. "Karena tergiur oleh bayaran produsen, pengelola televisi mengabaikan tanggungjawabnya terhadap keberlangsungan moral anak bangsa ini," tegas Melani Leimena Suharli.
http://www.jpnn.com/read/2012/10/01/141558/MPR:-Tayangan-Sinetron-Berdampak-Negatif-pada-Pendidikan-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hukum “Pedekate” dengan Facebook dan Alat Komunikasi / sosmed Lainnya
Assalamualaikum wr.wb. Berikut ini adalah salah satu hasil bahtsul masail diniyyah atau pembahasan masalah keagamaan oleh Forum Musyawarah P...
-
KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi merupakan putera dari KH. Utsman al-Ishaqi. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdirilah Pondok Pesantren al-Fi...
-
Pondok berusia tua yang didirikan oleh KH. Ali Imron beratus-ratus tahun yang lampau ini memang tergolong cukup antik dan aneh (kontroversia...
-
Oleh: EFRI ADITIA Amir, seorang santri senior yang sudah terjun sebagai ustadz dan pengajar di sekolah unggulan, suatu ketika dipang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar